
TULUNGAGUNG, potretnusantara.web.id –
Sebagai wujud komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung resmi membuka Program Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berbasis Klaster Kompetensi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025.
Kegiatan yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Tulungagung ini dibuka langsung oleh Sekretaris Disnakertrans dan dihadiri para peserta, instruktur, serta perwakilan dari berbagai unsur masyarakat. Program pelatihan tahap ke 3, tahun ini meliputi tiga bidang unggulan, yaitu Barbershop, Barista, dan English for Frontliner.
Sekretaris Disnakertrans Tulungagung, Agus Pamungkas M.Si dalam wawancaranya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mencetak tenaga kerja siap pakai, berdaya saing, dan berjiwa mandiri.“Program ini dibiayai dari DBHCHT dan dirancang sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini. Kami ingin mencetak tenaga kerja yang siap pakai, kreatif, dan memiliki kemampuan profesional di bidangnya,” ujarnya.

Bidang Pelatihan Sesuai Tren dan Peluang Usaha*
Tiga bidang pelatihan yang dibuka bukan tanpa alasan. Menurut Sekretaris Disnakertrans, pemilihan Barbershop, Barista, dan English for Frontliner didasarkan pada tren lapangan kerja dan peluang ekonomi yang menjanjikan.
“Barbershop dan Barista saat ini menjadi tren usaha produktif di kalangan muda. Sementara English for Frontliner penting untuk mendukung sektor layanan publik dan pariwisata, di mana kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris menjadi nilai tambah,” jelasnya.
Program pelatihan ini terbuka bagi pencari kerja di Tulungagung yang ingin mengembangkan keterampilan dan memperluas peluang kerja. Peserta yang lolos seleksi akan mendapatkan pelatihan gratis dengan fasilitas lengkap, instruktur profesional, dan kurikulum berbasis kompetensi.
*Dapat Sertifikat Kompetensi Nasional*
Selain pembekalan teori dan praktik lapangan, peserta juga akan mengikuti uji kompetensi di akhir program. Mereka yang dinyatakan lulus berhak memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional, yang menjadi modal penting untuk melamar pekerjaan maupun membuka usaha mandiri.
“Kami berharap peserta tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru setelah lulus pelatihan,” tambah Sekretaris Disnakertrans.
Program ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa pemanfaatan DBHCHT tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan dan penegakan hukum, tetapi juga diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan SDM dan keterampilan kerja.
*Dorong Kemandirian dan Kreativitas Masyarakat*
Melalui pelatihan ini, Disnakertrans Tulungagung optimis dapat mendorong semangat kemandirian di kalangan muda dan masyarakat produktif. Dengan dukungan fasilitas, pelatihan profesional, serta sertifikasi resmi, diharapkan lulusan program DBHCHT ini mampu bersaing di dunia kerja, bahkan membuka peluang usaha baru yang berdampak pada ekonomi lokal.
“Kami ingin lulusan pelatihan ini menjadi generasi produktif, berani berwirausaha, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja modern,” tutupnya.
Reporter : Eva Robi S
Editor : Potret Nusantara.

