TULUNGAGUNG|potretnusantara.web.id – Suasana berbeda nampak di ruang Auditorium IDIK lantai 2 RSUD dr. Iskak Tulungagung. Bagaimana tidak, di tengah kesibukan memberikan pelayanan kepada pasien, para tenaga kesehatan dan karyawan ramai-ramai adu kreativitas dalam meracik hidangan melalui Lomba Kreasi Takjil.
Seperti diketahui, Lomba Kreasi Takjil ini diselenggarakan oleh RSUD dr. Iskak Tulungagung sebagai rangkaian dari kegiatan Semarak Ramadan 1447 H. Selain untuk menyambut bulan suci Ramadan, kegiatan ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap ketrampilan karyawan di luar tugas medis dan pelayanan.
Penanggung Jawab (PIC) kegiatan Lomba Kreasi Takjil, dr. Siti Umi Hanik Sp.THT-KL mengatakan, Lomba Kreasi Takjil ini diikuti oleh 16 tim perwakilan dari berbagai ruangan dan instalasi. Menariknya, panitia menetapkan aturan khusus pada lomba ini. Yakni peserta harus menyajikan hidangan dengan berbahan dasar pisang sebagai bahan utama.
“Kami melihat potensi luar biasa dari teman-teman yang ternyata punya hobi dan keterampilan memasak yang sangat baik di rumah. Itulah kenapa kami menggelar kegiatan ini,” ujar dr. Siti Umi Hanik Sp.THT-KL saat ditemui disela-sela acara.
Layaknya lomba memasak, Lomba Kreasi Takjil ini memiliki 5 indikator untuk penilaian hidangan yang dijadikan dewan juri dalam memberi nilai kepada peserta.
Yakni, kreativitas dan inovasi (dinilai dari keunikan proses pengemasan takjil), penampilan (estetika hidangan yang mampu menggugah selera), Kesesuaian Tema (penggunaan pisang sebagai bahan utama dalam makanan, minuman, atau buah pendamping), Kualitas Penyajian atau plating (kerapian dan daya tarik visual saat disajikan), serta rasa dan tekstur (Keseimbangan rasa dan ketepatan tekstur hidangan).
“Tetap ada indikator untuk penilaian, jadi kami melihat 5 indikator tersebut dalam memberikan nilai kepada peserta,” urainya.
Selain untuk menyemarakkan bulan suci, dr. Siti Umi Hanik Sp.THT-KL menambahkan, kegiatan ini juga sebagai sarana refreshing bagi para karyawan di sela-sela padatnya rutinitas pekerjaan. Harapannya, kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antar-unit kerja dan terus memupuk semangat kebersamaan.
“Kami ingin menghargai keterampilan lain dari teman-teman di luar kerja medis mereka. Ini adalah bukti bahwa nakes kita tidak hanya terampil dalam merawat pasien, tapi juga kreatif dalam berinovasi,” pungkasnya. (Humas/Nda)
Editor : Admin

