TULUNGAGUNG ,potretnusantara.web.id – Bukan sekadar mengejar kemenangan. Sebanyak 20 talenta muda sepak bola Kabupaten Tulungagung kini membawa misi lebih besar: mengharumkan nama daerah di ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Jawa Timur.
Para pemain yang masih duduk di bangku SMP tersebut resmi diberangkatkan menuju Kota Batu, Malang, Senin (31/8/2026). Sebelum bertolak, mereka terlebih dahulu mendapat arahan dan motivasi dari jajaran Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Pelepasan berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso. Suasana penuh semangat terasa ketika para pemain, pelatih, dan official mengikuti prosesi pelepasan sekaligus meminta doa restu kepada Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, S.M., M.M.

Sebelumnya, rombongan juga mengikuti koordinasi bersama Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Fajar Widariyanto, S.P., M.M.
Di hadapan para pemain muda tersebut, Ahmad Baharudin memberikan pesan agar mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan mengolah bola, tetapi juga membawa karakter dan nama baik Tulungagung selama kompetisi.
“Jaga nama baik Kabupaten Tulungagung, jaga kekompakan, jaga kesehatan, dan patuhi aturan-aturan permainan. Semoga pertandingan dapat berjalan lancar dan hasilnya sesuai dengan harapan kita,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bekal mental bagi para pemain sebelum menghadapi persaingan di tingkat Jawa Timur. Sebab, di balik jersey yang mereka kenakan, ada harapan sekolah, orang tua, pelatih, serta masyarakat Tulungagung yang ikut menaruh kebanggaan.
Kontingen GSI Tulungagung sendiri tidak terbentuk secara instan. Para pemain merupakan hasil seleksi yang dilakukan pada Mei 2026 dengan melibatkan 12 SMP Negeri di Kabupaten Tulungagung.
Ketua GSI Tulungagung, Maryono, mengatakan pemain yang terpilih merupakan siswa-siswa terbaik dari proses seleksi tersebut.
“Ini tadi ada 12 sekolah SMP Negeri di Tulungagung, diambil yang terbaik melalui seleksi di bulan Mei kemarin. Mereka akan bertanding di Kota Batu Malang,” ungkap Maryono.
Rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 3 September 2026. Para pemain akan menghadapi kompetisi dengan membawa modal kemampuan, latihan, kekompakan, dan pengalaman yang telah mereka persiapkan sebelumnya.
Bagi para pemain, GSI menjadi kesempatan penting untuk mengasah mental bertanding sekaligus menunjukkan bahwa Kabupaten Tulungagung memiliki potensi talenta sepak bola usia pelajar yang layak diperhitungkan.
Maryono pun berharap dukungan dan doa masyarakat Tulungagung terus mengiringi perjuangan tim selama kompetisi.
“Kami berharap tim GSI tahun 2026 ini bisa mendapat juara dan membawa nama baik Kabupaten Tulungagung,” harapnya.
Kini, bola perjuangan telah bergulir. Dari Tulungagung menuju Kota Batu, para pemain muda tersebut membawa satu tekad yang sama: bermain dengan hati, bertanding dengan sportivitas, dan pulang membawa kebanggaan untuk Tulungagung.
Reporter ; Mita
Editor : Admin

