TULUNGAGUNG ,potretnusantara.web.id — Bukan sekadar jalan beton yang kini terbentang di Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo. Bagi warga, rampungnya pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer menjadi sebuah harapan baru untuk membuka akses, memperlancar mobilitas, sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa.
Jalan yang dibangun melalui program Karya Bhakti TNI tersebut resmi diresmikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, Rabu (2/9/2026).
Peresmian berlangsung di Balai Desa Wonorejo dan dihadiri jajaran Forkopimda, Dandim 0807/Tulungagung, unsur Muspika Pagerwojo, perangkat desa, serta sejumlah kepala OPD terkait.
Pembangunan jalan ini merupakan buah kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tulungagung dan Kodim 0807/Tulungagung dengan dukungan masyarakat. Yang menjadi perhatian, pekerjaan fisik tersebut mampu diselesaikan lebih cepat dari target 30 hari.
Bagi masyarakat, kehadiran akses jalan yang lebih baik memiliki arti penting. Jalan menjadi urat nadi aktivitas warga, terutama untuk menunjang mobilitas dan konektivitas antarkawasan.
Aktivitas masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses kini diharapkan menjadi lebih lancar. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat membuka ruang tumbuh bagi berbagai aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Bukan Hanya Dibangun, Tapi Harus Dijaga
Plt. Bupati Ahmad Baharudin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak berhenti ketika proyek selesai. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga agar infrastruktur tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kendaraan dengan muatan berlebih. Warga diimbau mematuhi batas tonase karena kendaraan overload dapat memberikan tekanan berlebih terhadap konstruksi dan mempercepat kerusakan jalan.
Masyarakat juga diminta tidak mengabaikan masa pengeringan beton. Penggunaan jalan, terutama oleh kendaraan berat, harus menunggu sesuai ketentuan teknis dan SOP yang ditetapkan Dinas PUPR.
Selain konstruksi jalan, persoalan drainase juga tidak kalah penting. Warga diharapkan bergotong royong menjaga saluran air agar tetap bersih dan tidak tersumbat.
Genangan air yang dibiarkan dapat menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan permukaan maupun struktur jalan.
“Jalan ini dibangun untuk masyarakat. Maka masyarakat juga harus ikut menjaga dan merawatnya,” pesan Ahmad Baharudin.
TNI Hadir di Tengah Kebutuhan Masyarakat
Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Arh. Hanny Galih Satrio, menyebut Karya Bhakti TNI sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat karena berkaitan dengan mobilitas, konektivitas, dan aktivitas ekonomi.
“Kehadiran jalan rabat beton baru ini diharapkan menjadi katalisator utama mewujudkan Kabupaten Tulungagung yang semakin maju, aman, dan sejahtera,” tuturnya.
Warga: Semoga Ekonomi Ikut Bergerak
Kegembiraan juga dirasakan warga Wonorejo. Waras, salah satu warga setempat, mengaku bersyukur atas terealisasinya pembangunan jalan rabat beton tersebut.
Ia menyampaikan apresiasi kepada TNI, Pemerintah Kabupaten Tulungagung, jajaran OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang ikut mendukung pembangunan.
“Terima kasih Pak Dandim, Pak Plt. Bupati, beserta jajaran OPD, Pak Camat, Pak Kades, dan dulur-dulur khususnya warga Desa Wonorejo,” ungkapnya.
Waras berharap jalan yang kini telah diresmikan tidak hanya membuat perjalanan warga semakin nyaman, tetapi juga membawa dampak lebih jauh bagi kehidupan ekonomi masyarakat.
“Semoga dengan diresmikannya jalan ini, mobilitas warga bisa lancar sehingga mampu menjadi daya ungkit peningkatan ekonomi,” pungkasnya.
Kini, beton sepanjang kurang lebih 3 kilometer itu bukan hanya menjadi simbol selesainya sebuah pekerjaan fisik. Lebih dari itu, jalan tersebut membawa pesan sederhana: ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat bergerak bersama, pembangunan bisa hadir lebih cepat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga.
Reporter : Mit
Editor : Admin

