Pawai Budaya Desa Bono Meriahkan HUT RI ke-81 Warna-Warni Tradisi Nusantara Penuhi Jal@n Desa

Bagikan :

TULUNGAGUNG, piotretnusantara.web.id – Suasana Desa Bono Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berubah menjadi lautan warna-warni budaya saat ratusan warga tumpah ruah dalam Festival Pawai Budaya yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 Minggu (12/9/2026),

Acara yang diikuti oleh speserta dari berbagai RT dan RW ini sukses menyedot perhatian masyarakat. Mengusung tema “Merajut Keberagaman, Menjaga Warisan Budaya”, para peserta tampil memukau dalam balutan kostum adat dari berbagai penjuru Nusantara, mengelilingi desa, disambut antusias oleh warga yang memadati sepanjang jalan.

Simbol Persatuan dalam Keberagamanm Keberagaman

Kepala Desa Bono Moch. Moezamil, S.Sos. dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.

“Di tengah arus globalisasi dan derasnya budaya asing, penting bagi kita untuk terus memperkuat identitas budaya lokal. Pawai budaya ini adalah cara kita menghormati jasa pahlawan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur,” ujar Kepala Desa.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat semangat gotong royong, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang berlandaskan pada kekayaan budaya bangsa.” Tambahnya

Pemerintah Desa Mbono juga turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan partisipasi aktif masyarakat.

“Ini adalah bentuk kecintaan terhadap tanah air yang sangat luar biasa. Melalui kegiatan seperti ini, kita menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mencintai budaya bangsa,” tuturnya

Semarak Kehadiran Tokoh dan Warga. 

Tak hanya warga, acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Tulungagung, Kapolsek, Danramil, Camat Boyolangu, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, karang taruna, serta para kepala desa se-Kecamatan Boyolangu.

Kemeriahan semakin terasa saat dentuman musik tmengiringi langkah para peserta yang menampilkan atraksi seni budaya, seperti tari-tarian daerah, musik etnik, hingga replika adat khas daerah masing-masing.

Menjaga Budaya, Membangun Desa. 

Pawai budaya ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tidak harus selalu hadir dalam bentuk upacara formal. Melalui ekspresi budaya, warga Desa Mbono menunjukkan bahwa cinta tanah air juga dapat diwujudkan dalam bentuk pelestarian tradisi.

Masyarakat berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang bukan hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga budaya dan semangat kebersamaan.

“Dengan semangat gotong royong dan nilai budaya yang terus kita pelihara, kami yakin Desa Mbono bisa menjadi desa yang unggul, rukun, dan sejahtera,” pungkas Kepala Desa.. ( Red )

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *