CKG Sekolah Jadi Pintu Masuk Deteksi Dini, Dinkes Tulungagung Soroti Kesehatan Pelajar

Bagikan :

TULUNGAGUNG ,potretnusantara.web.id – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi pelajar di Kabupaten Tulungagung tidak hanya menjadi agenda pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini berbagai persoalan kesehatan yang dialami anak usia sekolah.

Hasil skrining sementara menunjukkan masih ditemukan sejumlah persoalan kesehatan, mulai dari karies gigi, gangguan penglihatan, tingkat kebugaran hingga kondisi kesehatan jiwa. Paparan asap rokok juga menjadi salah satu persoalan yang teridentifikasi dalam pemeriksaan.

Pada jenjang SD sederajat, sebanyak 7.764 siswa tercatat mengalami karies gigi. Selain itu, 2.439 siswa diketahui terpapar asap rokok. Skrining juga menemukan 509 siswa dengan gejala kesehatan jiwa yang signifikan, termasuk 62 siswa yang menunjukkan gejala kecemasan berat.

Sementara pada jenjang SMP sederajat, tercatat 563 siswa mengalami karies, 135 siswa mengalami gangguan penglihatan dan 79 siswa memiliki tingkat kebugaran kurang. Di sisi kesehatan jiwa, sebanyak 676 siswa menunjukkan gangguan atau gejala kesehatan jiwa, dengan 148 di antaranya mengalami gejala kecemasan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani, mengatakan hasil pemeriksaan tersebut menjadi gambaran awal yang penting untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Menurutnya, CKG tidak berhenti pada proses pemeriksaan dan pencatatan hasil skrining. Temuan di lapangan perlu ditindaklanjuti melalui edukasi, pemantauan maupun rujukan apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Data hasil skrining ini menjadi gambaran awal kondisi kesehatan anak usia sekolah yang perlu ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing siswa,” kata Desi.

Pelaksanaan CKG sendiri masih terus berjalan. Dari total target 171.806 siswa, sebanyak 76.493 siswa telah melakukan pendaftaran dan 54.043 siswa sudah hadir untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dalam monitoring pelaksanaan CKG di LPI Al Azhaar Bandung, Dinkes Tulungagung juga mendorong keterlibatan aktif pihak sekolah serta pemerintah kecamatan. Dukungan lintas sektor dinilai penting untuk memperluas cakupan pemeriksaan sehingga semakin banyak siswa mendapatkan akses deteksi dini kesehatan.

Direktur LPI Al Azhaar Bandung, Rohmat Zaini, menilai pemeriksaan kesehatan memberikan manfaat bagi sekolah dalam mengetahui kondisi kesehatan peserta didik secara lebih jelas.

Dengan adanya hasil pemeriksaan, sekolah dapat memperoleh informasi yang menjadi bahan perhatian dalam mendukung proses belajar sekaligus menjaga kesehatan siswa.

Sementara itu, Camat Bandung Chanief Djatmika Nugroho mengingatkan bahwa upaya menjaga kesehatan perlu dilakukan sejak dini. Pemeriksaan secara berkala, menurutnya, dapat menjadi salah satu langkah untuk mengetahui potensi gangguan kesehatan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih serius.

Program CKG pun diharapkan tidak sekadar meningkatkan angka cakupan pemeriksaan, tetapi mampu membangun kesadaran bersama bahwa kesehatan pelajar merupakan bagian penting dari keberhasilan tumbuh kembang dan proses pendidikan.

Dengan kolaborasi antara Dinkes, sekolah, pemerintah kecamatan, orang tua dan siswa, hasil CKG diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Tulungagung.( Red )

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *