Dana Desa 2026 Berkurang, Pemdes Sambirobyong Prioritaskan BLT untuk Warga Paling Rentan

Bagikan :

TULUNGAGUNG, potretnusantara.web.id – Pemerintah Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, kembali merealisasikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa tahun anggaran 2026. Penyaluran dilakukan di balai desa setempat dengan suasana tertib dan kondusif.

Pada pencairan kali ini, bantuan diberikan untuk tiga bulan sekaligus, dengan nominal Rp300.000 per bulan. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima total Rp900.000. Kebijakan pencairan secara kolektif tersebut diambil guna mempermudah warga sekaligus meningkatkan efisiensi pelaksanaan kegiatan.

Kepala Desa Sambirobyong menyampaikan bahwa jumlah penerima BLT tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya penerima lebih banyak, pada 2026 bantuan hanya disalurkan kepada tujuh warga yang dinilai paling membutuhkan.

Menurutnya, berkurangnya jumlah penerima tidak lepas dari adanya penyesuaian alokasi Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kondisi fiskal nasional serta kebijakan prioritas pemerintah turut memengaruhi besaran dana yang diterima desa.

“Karena anggaran yang diterima desa menurun, kami harus lebih selektif. Penentuan penerima dilakukan melalui musyawarah desa, serta proses verifikasi dan validasi data agar benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.

Pemerintah desa menegaskan bahwa transparansi tetap menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan penyaluran. Data penerima telah melalui pembahasan bersama perangkat desa dan unsur masyarakat untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga kategori kurang mampu dan dalam kondisi mendesak.

Salah satu penerima BLT mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku dana tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Meski anggaran mengalami pengurangan, Pemdes Sambirobyong memastikan program-program prioritas tetap berjalan. Selain BLT Desa, fokus juga diarahkan pada penguatan ketahanan pangan dan penanganan stunting. Sementara itu, sejumlah rencana pembangunan fisik dilakukan penyesuaian jadwal sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

Pemerintah desa berharap adanya kepastian regulasi dan informasi yang lebih awal dari pemerintah pusat agar perencanaan pembangunan desa ke depan dapat disusun lebih matang. Dengan strategi penyesuaian dan prioritas yang tepat, Pemdes Sambirobyong optimistis pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal meski di tengah keterbatasan Dana Desa tahun 2026.

Reporter : Anang

Editor : Admin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *