Jembatan Vital Penghubung Ngrencak–Barang–Cakul Ambrol, Mobilitas Warga Tiga Desa Terganggu

Bagikan :

TRENGGALEK,potretnusantara.web.id – Jembatan penghubung antar desa yang berada di RT 28 RW 11, Dukuh Sayuran Sampang, Dusun Kasihan, Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, dilaporkan ambrol pada Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi setelah derasnya arus sungai akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah setempat.

Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Ngrencak dengan Desa Barang dan Desa Cakul. Selain menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, jembatan ini juga berfungsi sebagai akses menuju fasilitas pendidikan, pusat ekonomi warga, serta layanan kesehatan yang terhubung langsung dengan jalur provinsi Jawa Timur.

Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan parah pada bagian pondasi jembatan. Susunan batu penahan terlihat runtuh dan hanyut terbawa arus sungai, menyebabkan struktur jembatan tidak stabil dan berisiko tinggi jika dilalui.
Kepala Desa Ngrencak, Agung Susilo, mengatakan ambrolnya jembatan berdampak signifikan terhadap aktivitas warga. Pasalnya, selama ini jembatan tersebut menjadi jalur utama mobilitas masyarakat antar desa.

“Jembatan saat ini tidak bisa dilewati sama sekali. Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh, sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terganggu,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, sebelum kejadian wilayah Desa Ngrencak diguyur hujan deras yang mengakibatkan debit air sungai meningkat secara drastis. Kondisi tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama terkikisnya pondasi jembatan hingga akhirnya ambrol.

Sebagai langkah darurat, warga bersama pemerintah desa melakukan upaya penanganan sementara dengan bergotong royong memasang penyangga dari batang pohon kelapa. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kerusakan bertambah parah sembari menunggu penanganan lebih lanjut.

“Penyangga dari pohon kelapa ini hanya bersifat sementara. Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera melakukan peninjauan dan perbaikan permanen,” tambahnya.
Pemerintah desa saat ini telah melakukan pendataan kerusakan dan berkoordinasi dengan instansi berwenang. Mengingat peran strategis jembatan sebagai penghubung antar desa sekaligus akses ke jalur provinsi, warga berharap adanya respons cepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan jembatan dikhawatirkan akan berdampak pada kelancaran kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta perekonomian warga di wilayah tersebut. Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi jembatan demi keselamatan bersama.

(Dadang)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *