Kisah Tragis di Brantas: Perjalanan Pulang Seorang Kakek Berakhir di Arus Deras Sungai Kediri

Bagikan :

 

KEDIRI,potrernusantara.web.id – Sungai Brantas kembali memakan korban. Seorang pria lanjut usia bernama Sihman (74), warga Kecamatan Kras, Kediri, dilaporkan hanyut bersama sepeda ontelnya di wilayah Desa Banggle, Kecamatan Ngadiluwih, Sabtu (9/11/2025) pagi.

Insiden memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.58 WIB, dan sempat membuat warga sekitar tambangan Banggle panik. Korban diduga terjun ke sungai karena sepeda mengalami rem blong, sehingga tak mampu dikendalikan saat menuruni jalan menuju tepi sungai.

*Detik-detik Perjalanan Terakhir*

Kapolsek Ngadiluwih AKP Agung Saifudin mengungkapkan, korban sebelumnya berpamitan dari rumah anaknya di Kecamatan Mojo untuk pulang ke Kras. Namun arah perjalanan Sihman ternyata berubah dari rencana semula.

“Harusnya korban lewat Jembatan Wijaya Kusuma, tapi dari pantauan CCTV, beliau justru berbelok ke arah barat menuju Tambangan Banggle,” ujar AKP Agung saat dikonfirmasi, Sabtu sore (9/11).

Setibanya di area tambangan, perahu penyebrangan masih berada di sisi seberang sungai. Namun alih-alih berhenti, Sihman terus mengayuh sepedanya hingga akhirnya meluncur langsung ke Sungai Brantas.

Beberapa warga yang berada di lokasi sempat melihat korban melambaikan tangan sebelum tubuhnya lenyap terseret arus deras. Sepeda korban kemudian ditemukan tersangkut di ranting sekitar dua meter dari titik jatuh.

*Pencarian Dikejar Waktu*

Tim gabungan dari BPBD Kediri, Polsek Ngadiluwih, dan sejumlah relawan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian. Arus sungai yang deras membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian.

“Penyisiran dilakukan sejak pagi hingga sore, namun korban belum ditemukan. Pencarian akan dilanjutkan besok dengan menambah personel di titik-titik rawan,” tambah AKP Agung.

*Pesan dari Tragedi*

Warga setempat masih tidak percaya dengan kejadian ini. Menurut mereka, Sihman dikenal sebagai sosok sederhana dan ramah yang masih aktif bersepeda ke mana-mana, meski sudah berusia lanjut.

“Beliau tiap hari memang naik sepeda kalau ke sawah atau ke rumah anaknya. Kami semua kaget, tidak menyangka akan kejadian seperti ini,” ujar Sutrisno, salah satu warga Banggle.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, terutama bagi pengguna sepeda dan kendaraan pribadi, agar selalu memastikan kondisi rem dan keamanan kendaraan sebelum berkendara, terlebih di kawasan berdekatan dengan aliran sungai besar seperti Brantas.

(Eva)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *