TULUNGAGUNG, potretnusantara.web.id – Suasana menjelang bulan suci Ramadan diwarnai pengungkapan kasus perakitan petasan ilegal oleh jajaran Polsek Sumbergempol. Dua remaja berinisial AD (14) dan MF (12) diamankan setelah diduga memproduksi petasan berdaya ledak tinggi di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, Jumat (27/2/2026).
Kasus ini terungkap berawal dari laporan warga yang curiga terhadap pembelian bubuk mesiu dalam jumlah tak wajar. Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat perakitan sekitar pukul 15.00 WIB.
Kapolsek Sumbergempol, Moh. Anshori, menjelaskan bahwa dari lokasi petugas menemukan sekitar satu kilogram bubuk mesiu serta sejumlah gulungan petasan yang telah disiapkan untuk dirakit. Selain itu, polisi juga menyita lima kilogram kertas pembungkus, sepuluh selongsong kosong, dua batang pipa, gunting, lakban, dan satu unit telepon genggam.
“Perakitan bahan peledak di kawasan permukiman sangat berisiko. Jika terjadi kesalahan sedikit saja, ledakan bisa membahayakan pelaku maupun warga sekitar,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Menurutnya, ledakan petasan rakitan tidak hanya berpotensi menimbulkan luka serius, tetapi juga dapat memicu kebakaran dan kerusakan bangunan. Terlebih, aktivitas tersebut dilakukan tanpa izin dan tidak memenuhi standar keselamatan.
Karena kedua terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur, proses penanganan dilakukan sesuai prosedur peradilan anak dengan melibatkan orang tua dan instansi terkait. Pendekatan pembinaan dan edukasi menjadi prioritas agar para remaja memahami risiko serta konsekuensi hukum dari perbuatannya.
Menjelang Ramadan, tradisi menyalakan petasan memang kerap muncul di tengah masyarakat. Namun kepolisian menegaskan bahwa euforia menyambut bulan suci tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan dan ketertiban umum.
Polsek Sumbergempol mengimbau masyarakat untuk tidak memproduksi, menjual, ataupun membeli petasan ilegal. Peran orang tua juga dinilai penting dalam mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak terlibat dalam kegiatan berbahaya.
Dengan peningkatan patroli dan pengawasan, aparat berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan tetap terjaga, sehingga ibadah dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Penulis : Red
Editor : Admin

