
TRENGGALEK,potretnusantara.web.id — Setelah lebih dari 12 jam tertutup material longsor, akses utama penghubung Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek akhirnya kembali normal. Jalur di kawasan Tumpak Dolo, Desa Depok, Kecamatan Bendungan yang sempat disebut “jalur maut” karena kerap terjadi longsor itu kini sudah bisa dilalui kendaraan, Kamis (23/10/2025) pagi.
Menurut Kepala BPBD Trenggalek, Stafenus Triadi Atmono, proses evakuasi material longsor berjalan dramatis dan berlangsung hingga dini hari. Tim gabungan bekerja tanpa henti sejak pukul 03.00 WIB untuk membuka jalan yang tertutup material tanah dan batu setinggi belasan meter.
“Alat berat tiba di lokasi sekitar pukul tiga dini hari. Petugas langsung melakukan pembersihan utama, dan syukurlah sekitar pukul enam pagi jalur sudah bisa dilewati,” ujar Triadi
*Kerja Keras Sepanjang Malam*
Longsor hebat terjadi pada Rabu (22/10) sekitar pukul 17.15 WIB setelah hujan deras mengguyur Kecamatan Bendungan selama lebih dari dua jam. Tebing setinggi 15 meter ambruk dan menimbun badan jalan sepanjang hampir 15 meter, memutus total arus kendaraan dari dua arah.
Puluhan personel dari BPBD, Dinas PUPR, TNI, Polri, dan Perhutani langsung diterjunkan. Mereka berpacu dengan waktu agar jalur vital antar-kabupaten itu segera bisa digunakan masyarakat.
“Material utama berhasil kami singkirkan sekitar pukul lima pagi, lalu dilanjutkan dengan pembersihan lumpur agar jalan tidak licin,” jelas Triadi.
*Pengendara Akhirnya Bisa Bernapas Lega*
Sejumlah pengendara yang sejak sore terjebak di jalur tersebut akhirnya bisa melanjutkan perjalanan. Banyak dari mereka mengaku harus bermalam di sekitar lokasi karena jalan benar-benar tidak bisa dilalui.
“Tadi malam kami sempat putar balik, tapi semua jalur alternatif juga tidak memungkinkan. Syukurlah pagi ini bisa lewat lagi,” kata Agus (38), pengendara asal Tulungagung.
BPBD Trenggalek mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama karena intensitas hujan di kawasan pegunungan selatan masih tinggi dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.
“Kami minta pengendara berhati-hati, terutama saat melintas malam hari. Kondisi tanah di sekitar tebing masih labil,” tutup Triadi.
(Dadang)

