TULUNGAGUNG, potretnusantara.web.id – Ratusan siswa dan lulusan SMK di Kabupaten Tulungagung bersiap menembus dunia kerja internasional melalui program magang dan penempatan kerja luar negeri yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 898 peserta dari berbagai SMK negeri dan swasta di Tulungagung dijadwalkan mengikuti program tersebut pada tahun 2026. Mereka menjadi bagian dari total 4.920 peserta se-Jawa Timur yang akan diberangkatkan ke sejumlah negara tujuan kerja.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang kompetitif dan siap bersaing di pasar kerja global.
“Ini merupakan peluang besar bagi anak-anak muda Tulungagung untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman kerja, sekaligus meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” ujar Ahmad Baharudin, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, program magang internasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja di luar negeri, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan etos kerja para peserta agar mampu bersaing secara profesional.
Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh sehingga mampu membawa nama baik daerah dan Indonesia di tingkat internasional.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa peserta akan ditempatkan di delapan negara tujuan utama, yakni Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Dubai.
Jepang disebut masih menjadi negara favorit karena tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil, terutama pada sektor manufaktur dan industri jasa.
Selain manufaktur, peluang kerja juga terbuka di bidang perhotelan, farmasi, teknologi informasi, hingga industri berbasis kecerdasan buatan (AI). Masa kontrak kerja rata-rata berlangsung antara tiga hingga lima tahun.

Khofifah menambahkan, peserta yang menunjukkan performa baik selama masa kontrak memiliki peluang besar untuk kembali bekerja di luar negeri secara resmi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional.
“Kalau mereka memiliki kompetensi yang baik dan dibutuhkan perusahaan, tentu peluang untuk kembali bekerja sangat terbuka,” jelasnya.
Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta akan menjalani pelatihan intensif di Training Center Ketintang, Surabaya. Pelatihan tersebut meliputi penguatan bahasa asing, keterampilan teknis, hingga pembinaan mental dan disiplin kerja.
Pemberangkatan peserta yang semula dijadwalkan pada 19 Mei 2026 juga diundur menjadi 20 Mei 2026 guna menyesuaikan kebijakan pelaksanaan serentak secara nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Program ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Tulungagung menuju pasar kerja global.
Reporter : Mit
Editor :Admin

