Pemkab Tulungagung, Kemensos dan Dinsos Bersinergi Perkuat Layanan Sosial hingga Kemandirian Masyarakat

Bagikan :

TULUNGAGUNG ,potretnusantara.web.id — Pemerintah Kabupaten Tulungagung memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkelanjutan melalui peluncuran Rumah Terapi ABAKU (Anak Berdaya, Aktif, Kreatif dan Unggul), Kamis (13/8/2026).

Rumah Terapi ABAKU yang berada di lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung tersebut diharapkan menjadi ruang pelayanan yang memberikan dukungan terapi, pemulihan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup dan kemandirian masyarakat yang membutuhkan.

Peluncuran dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dan dihadiri Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung bersama rombongan, jajaran Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, serta calon penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Ahmad Baharudin mengatakan, keberadaan Rumah Terapi ABAKU harus menjadi bagian dari ekosistem pelayanan sosial yang semakin dekat dengan masyarakat.

Menurutnya, fasilitas tersebut bukan sekadar tempat terapi, tetapi juga ruang yang memberikan dukungan kepada anak dan keluarga dalam menjalani proses pemulihan serta mengembangkan potensi.

“Rumah Terapi diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pelayanan di Kabupaten Tulungagung yang aman, profesional, terintegrasi, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Baharudin.

Ia juga meminta pengelola dan tenaga pelayanan Rumah Terapi ABAKU menjaga kualitas layanan dengan mengedepankan profesionalisme dan pendekatan humanis.

“Layani masyarakat dengan hati, tetap menjaga standar keselamatan dan kualitas pelayanan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Baharudin berharap keberadaan Rumah Terapi ABAKU mampu menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan, sekaligus mendukung proses terapi, pemulihan, peningkatan kualitas hidup hingga kemandirian penerima manfaat.

Bantuan ATENSI Rp457,35 Juta untuk 205 Penerima

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung menyalurkan bantuan ATENSI senilai Rp457,35 juta kepada 205 penerima manfaat di Kabupaten Tulungagung.

Penyaluran tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bakti Sosial Kementerian Sosial RI di Kabupaten Tulungagung yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Bantuan menyasar berbagai kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), meliputi anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, orang dengan HIV, penyalahgunaan NAPZA, hingga kelompok rentan.

Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Luluk, mengatakan pada periode ketiga 2026 bantuan ATENSI diberikan kepada 205 penerima dengan total nilai Rp457.350.000.

Rinciannya, kelompok anak sebanyak 29 penerima dengan nilai Rp57.818.000, penyandang disabilitas 66 penerima senilai Rp137.793.000, lanjut usia 60 penerima senilai Rp148.538.500, orang dengan HIV 33 penerima senilai Rp70.500.500, penyalahgunaan NAPZA dua penerima senilai Rp4.800.000, serta kelompok rentan sebanyak 15 penerima dengan nilai Rp38 juta.

“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan, meringankan beban, serta memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat dan keluarganya,” ujarnya.

Sejak Januari 2026, Sentra Terpadu Kartini Temanggung juga telah menyalurkan bantuan ATENSI kepada warga Tulungagung. Secara keseluruhan, bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp775.875.000 untuk 350 penerima manfaat.

Semangat No One Left Behind menjadi salah satu pijakan dalam pelayanan tersebut, agar masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah tidak terlewatkan.

Dinsos Dorong Bantuan Berujung Kemandirian

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Reni Prasetiawati Ika Septiwulan, menegaskan bantuan sosial seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat.

Menurutnya, bantuan akan lebih bermakna apabila mampu memberikan dampak jangka panjang dan mendorong penerima manfaat menjadi lebih berdaya.

“Untuk bantuan pemberdayaan, ada penerima yang mendapatkan dua ekor kambing, masing-masing jantan dan betina. Harapannya bantuan tersebut bisa berkembang dan menjadi sumber penghasilan bagi penerima,” jelas Reni.

Selain ternak kambing, bantuan yang diberikan juga disesuaikan dengan kebutuhan penerima berdasarkan hasil asesmen. Bentuknya antara lain sembako, lemari, sepeda, mesin cuci, kompor gas, hingga gerobak usaha.

Reni menyebut Pemkab Tulungagung sebelumnya telah mengusulkan bantuan kepada Kementerian Sosial untuk sekitar 500 penerima manfaat. Namun, pada tahap ini baru sekitar separuh usulan yang dapat terakomodasi.

Dinsos memastikan seluruh bantuan yang telah dialokasikan pada tahap tersebut telah disalurkan kepada penerima manfaat.

Pemkab Tulungagung berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut sehingga usulan bagi masyarakat yang belum terakomodasi dapat dipenuhi secara bertahap.

Menurut Reni, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan sumber dukungan lainnya, termasuk melalui APBD maupun program bantuan dari berbagai pihak.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pendamping sosial, lembaga sosial, dunia usaha, media, dan masyarakat dapat terus diperkuat.

Dengan demikian, bantuan sosial tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi pijakan bagi penerima manfaat untuk mengurangi kerentanan, meningkatkan produktivitas, dan membangun kemandirian ekonomi.

Peluncuran Rumah Terapi ABAKU dan penyaluran bantuan ATENSI tersebut sekaligus menunjukkan upaya Pemkab Tulungagung membangun pelayanan sosial yang terintegrasi, mulai dari terapi dan pemulihan hingga pemberdayaan.

Harapannya, semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan secara mudah, aman, manusiawi, dan berkelanjutan.” Pungkasnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *