TULUNGAGUNG, potretnusantara.web,id – Peluang produk lokal Tulungagung menembus pasar dunia semakin terbuka. Dewan Perwakilan Daerah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tulungagung kini tengah menyiapkan jalur ekspor baru yang diharapkan menjadi pintu masuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas pasar hingga ke mancanegara.
Ketua Kadin Tulungagung, Rifqi Firmansyah, mengatakan sedikitnya 10 pelaku UMKM menjadi target awal dalam program ekspor tersebut. Namun, sebelum diberangkatkan ke pasar internasional, setiap pelaku usaha akan mendapatkan pembinaan menyeluruh agar mampu memenuhi standar perdagangan global.
“Kalau masih ada kekurangan, baik dari sisi kualitas produk maupun kemampuan manajemen usahanya, akan kami dampingi. Kami ingin UMKM Tulungagung benar-benar siap bersaing di pasar ekspor,” ujar Rifqi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, peluang ekspor saat ini sangat menjanjikan. Permintaan terhadap produk makanan khas Indonesia, seperti kerupuk, sanghai, dan aneka olahan pangan lainnya, terus meningkat di sejumlah negara, terutama karena tingginya kebutuhan masyarakat diaspora Indonesia.
Saat ini jaringan pemasaran yang dibangun Kadin telah menjangkau berbagai negara, di antaranya Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat. Bahkan, jalur ekspor dari wilayah Tulungagung telah mampu melayani pengiriman rutin sebanyak dua kontainer setiap pekan.
“Potensi pasar sudah tersedia. Tantangan terbesar justru bagaimana menjaga kualitas produk tetap konsisten dan memastikan pelaku usaha mampu memenuhi standar yang diminta negara tujuan,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kadin Tulungagung memperkuat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan. Sinergi ini dilakukan untuk memperoleh informasi kebutuhan pasar sekaligus memberikan pendampingan kepada UMKM agar lebih siap memasuki perdagangan internasional.
Selain menggandeng pemerintah, Kadin juga membangun jejaring dengan sejumlah mitra bisnis luar negeri, termasuk jaringan ritel di Malaysia dan mitra distribusi di Amerika Serikat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan rantai pemasaran yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi produk-produk unggulan daerah.
Tak hanya produk olahan makanan, sektor pertanian juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor. Dengan peningkatan kualitas, pengemasan yang baik, serta tata kelola usaha yang profesional, komoditas asal Tulungagung diyakini mampu bersaing di pasar global.
Melalui program pendampingan yang dilakukan secara bertahap, Kadin berharap semakin banyak UMKM Tulungagung yang naik kelas menjadi pelaku usaha berorientasi ekspor. Langkah ini tidak hanya akan meningkatkan daya saing produk lokal, tetapi juga memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan pasar internasional.
Reporter : Mit
Editor : Admin

