Tepis Sekat Ego Sektoral, Dindik Jatim Bedah Rumah Guru Tulungagung dan Staf Administrasi Trenggalek

Bagikan :

TULUNGAGUNG, potretnusantara.web.id – Aparatur di lingkungan sekolah acapkali dihadapkan pada dikotomi status antara tenaga pendidik di depan kelas dan tenaga kependidikan di balik layar. Namun, sebuah langkah taktis dan sarat nilai keadilan sosial ditunjukkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang menepis sekat tersebut demi memuliakan seluruh garda depan pendidikan di daerah.

​Langkah nyata ini diwujudkan melalui program bantuan rehabilitasi (bedah rumah) yang menyasar dua figur srikandi sekolah secara simultan di dua kabupaten.

​Mereka adalah Iwin Susanti, S.Pd, seorang guru yang mengabdi di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, dan Dwi Sulistiowati, seorang tenaga kependidikan (tendik) yang menjadi tulang punggung administrasi sekolah di Kabupaten Trenggalek.

​Intervensi berkeadilan lintas batas wilayah ini menjadi sinyal kuat dari pemerintah provinsi bahwa kenyamanan hidup layak adalah hak mutlak bagi seluruh ekosistem sekolah tanpa terkecuali.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem Sekolah

​Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa laju roda pendidikan vokasi maupun menengah tidak akan bisa berjalan optimal jika ada salah satu elemen di dalam sekolah yang luput dari perhatian kesejahteraan.

​Bagi Aries, kenyamanan rumah tinggal para pegawai adalah modal dasar bagi produktivitas kerja di lingkungan sekolah.

​“Ekosistem sekolah itu satu kesatuan yang utuh. Guru tidak akan bisa mengajar dengan tenang jika administrasi sekolah karut-marut, begitupun sebaliknya. Melalui bedah rumah Ibu Iwin di Tulungagung dan Ibu Dwi di Trenggalek, kami ingin menegaskan bahwa dedikasi guru pengajar maupun staf administrasi dihargai setara oleh Pemprov Jatim,” tegas Aries Agung Paewai.

Cabdindik: Menjawab Tantangan Kesejahteraan di Daerah

​Bergerak sebagai motor penggerak di tingkat regional, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Tulungagung-Trenggalek langsung melakukan pengawalan ketat di dua titik renovasi tersebut. Kepala Cabdindik, Dian Pemilu Sari, memantau langsung progres fisik bangunan di Boyolangu maupun Trenggalek guna memastikan akuntabilitas pengerjaan.

​Dian menyampaikan, program ini menjadi angin segar sekaligus pembuktian bahwa akurasi data kemiskinan atau kelayakan hidup pegawai di daerah direspons cepat oleh tingkat provinsi.

​”Apresiasi berkeadilan ini sangat berdampak pada psikologis kawan-kawan di daerah. Ibu Iwin di Tulungagung dan Ibu Dwi di Trenggalek adalah simbol ketulusan. Dengan hunian yang kini jauh lebih kokoh dan layak, kami di Cabang Dinas meyakini etos kerja keduanya akan semakin terpacu. Momentum ini juga menjadi pijakan bagi kami untuk terus menyisir dan memperjuangkan hak-hak sosial seluruh aparatur sekolah di wilayah kerja kami,” urai Dian Pemilu Sari dengan optimistis.

​Melalui integrasi program yang menyentuh langsung aspek paling mendasar dari kehidupan para pegawai sekolah ini, Dindik Jatim bersama Cabdindik Tulungagung-Trenggalek menaruh harapan besar agar stabilitas kualitas pendidikan di kawasan Mataraman terus terjaga, ditopang oleh kesejahteraan para pelakunya yang merata.

Reporter :Mit

Editor : Admin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *