Jalani Survei Akreditasi, RSUD dr Iskak Tulungagung Perkuat Budaya Mutu Demi Pelayanan Kesehatan yang Lebih Berkualitas

Bagikan :

TULUNGAGUNG, potretnusantara.web.id – Komitmen RSUD dr Iskak Tulungagung dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP).

Survei akreditasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh standar pelayanan kesehatan diterapkan secara konsisten sekaligus mendorong terciptanya budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan rumah sakit.

Dalam pelaksanaannya, LARS-DHP menugaskan empat surveior, yakni dr. Raden Gunawan Effendi sebagai Ketua Tim Surveior, didampingi dr. Hendro Soelistijono, Ika Rahayu Susanti, dan Wiwin Nur Siam.

Ketua Tim Surveior, dr. Raden Gunawan Effendi, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar proses administratif untuk memperoleh pengakuan, melainkan sarana evaluasi sekaligus pembelajaran bagi rumah sakit agar terus melakukan perbaikan secara berkesinambungan.

“Survei ini menjadi momentum bagi rumah sakit untuk mengidentifikasi peluang perbaikan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung, dr. Zuhrotul Aini, menyampaikan bahwa akreditasi merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan sesuai standar nasional.

Menurutnya, seluruh proses yang dijalani bukan hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga memastikan setiap standar pelayanan benar-benar diterapkan dalam aktivitas pelayanan sehari-hari.

“Proses ini tidak sekadar memenuhi persyaratan dokumen, tetapi memastikan setiap standar pelayanan diterapkan secara konsisten dalam praktik sehari-hari,” jelas dr. Aini.

Selama proses survei, manajemen RSUD dr Iskak memaparkan berbagai capaian strategis, meliputi profil rumah sakit, indikator mutu nasional dan indikator prioritas, pelaporan insiden keselamatan pasien, manajemen risiko, penerapan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), hasil survei budaya keselamatan pasien, hingga implementasi clinical pathway sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan klinis.

Tidak hanya melakukan telaah dokumen, tim surveior juga menggelar wawancara bersama jajaran manajemen dan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah unit pelayanan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara kebijakan, prosedur, dan implementasi pelayanan di lapangan sesuai standar akreditasi.

Dr. Aini berharap hasil survei dapat memberikan penilaian yang objektif sekaligus menjadi masukan berharga bagi rumah sakit dalam menyempurnakan sistem pelayanan.

“Masukan dari tim surveior akan menjadi bekal penting bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang profesional, aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” katanya.

Rangkaian survei akreditasi diawali dengan pembukaan dan briefing pada 14 Juli 2026, dilanjutkan asesmen secara daring pada 15 Juli 2026 yang melibatkan seluruh kelompok kerja (Pokja) dan tim akreditasi rumah sakit. Tahap akhir berupa peninjauan langsung ke berbagai unit pelayanan dilaksanakan pada 20–22 Juli 2026.

Dalam seluruh tahapan tersebut, tim surveior melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penerapan standar pelayanan, keselamatan pasien, tata kelola rumah sakit, hingga implementasi kebijakan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HU.01.07/MENKES/1596/2024.

Melalui survei akreditasi ini, RSUD dr Iskak Tulungagung berharap dapat terus memperkuat budaya mutu di setiap lini pelayanan. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, rumah sakit berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang semakin profesional, terpercaya, dan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat.

Editor : Admin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *