Plt Bupati Tulungagung Buka MTQ XXXII, Siapkan Generasi Qurani Sambut Tuan Rumah MTQ Jatim 2027

Bagikan :

TULUNGAGUNG, potretnusantara.web.id – Pemerintah Kabupaten Tulungagung resmi menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII tingkat Kabupaten Tulungagung Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan generasi Qurani sekaligus mempersiapkan Tulungagung menghadapi agenda besar sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur 2027.

 

MTQ XXXII secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, dalam acara pembukaan yang dihadiri Ketua DPRD Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Agama beserta jajaran, para camat, Kepala KUA, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, Ketua Pengadilan Agama, dewan hakim, pembina, panitia, serta peserta dari 19 kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.

 

Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa MTQ tidak boleh berhenti sebagai ajang mencari juara. Lebih dari itu, MTQ harus menjadi bagian dari gerakan membangun kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

“Al-Qur’an hendaknya tidak hanya dibaca dan dilantunkan, tetapi juga dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” tegasnya.

Menurut Ahmad Baharudin, nilai terpenting dari MTQ adalah bagaimana Al-Qur’an mampu menjadi pedoman dalam kehidupan sekaligus membentuk masyarakat yang religius, berkarakter, rukun, dan berakhlakul karimah.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada orang tua, guru, ustaz dan ustazah, pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Qur’an, LPTQ, para pembina, dewan hakim, panitia, serta masyarakat yang selama ini konsisten mendukung pembinaan generasi Qurani di Tulungagung.

Bukan Sekadar Kompetisi

Kepada seluruh peserta MTQ, Plt Bupati meminta agar kompetisi dijalani dengan semangat, keikhlasan dan sportivitas.

Menurutnya, gelar juara memang menjadi kebanggaan. Namun, nilai yang jauh lebih besar adalah bertambahnya kecintaan peserta terhadap Al-Qur’an dan terjalinnya persaudaraan antarkafilah.

“Menjadi juara tentu merupakan sebuah kebanggaan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana MTQ ini dapat mendorong kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, memahami ajarannya dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan,” ujarnya.

Ahmad Baharudin juga mendorong agar pembinaan qari-qariah, hafizh-hafizhah dan berbagai bidang keilmuan Al-Qur’an dilakukan secara berkelanjutan.

Ia optimistis pembinaan yang terarah akan melahirkan talenta-talenta Qurani Tulungagung yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

Tulungagung Bersiap Jadi Tuan Rumah MTQ Jatim 2027

MTQ XXXII tahun ini memiliki arti strategis. Sebab, pada 2027 mendatang, Kabupaten Tulungagung akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur.

Karena itu, ajang MTQ tingkat kabupaten tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi salah satu tahapan untuk mempersiapkan peserta terbaik yang nantinya diharapkan mampu membawa nama Tulungagung di tingkat provinsi.

“Kita harus menyiapkan semuanya dengan sebaik-baiknya. Mari kita jadikan MTQ XXXII tingkat Kabupaten Tulungagung tahun 2026 ini sebagai upaya meningkatkan kehidupan beragama serta memperkuat kerukunan dan persatuan masyarakat,” kata Ahmad Baharudin.

Ia berharap momentum tersebut menjadi penguat pembinaan sekaligus persiapan sumber daya manusia, terutama para peserta yang nantinya akan menjadi representasi Tulungagung dalam MTQ Jawa Timur 2027.

Diikuti 19 Kecamatan, Libatkan 44 Dewan Hakim

Sementara di tempat yang sama Ketua Panitia MTQ XXXII dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Melalui MTQ Kita Wujudkan Generasi Qurani yang Berakhlak, Berperilaku, dan Berprestasi untuk Tulungagung yang Lebih Maju.”

MTQ XXXII berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026.

Sebanyak 19 kecamatan ambil bagian dalam ajang tersebut. Para peserta merupakan putra-putri terbaik dari masing-masing kecamatan yang sebelumnya telah mendapatkan pembinaan.

Sejumlah cabang Al-Qur’an diperlombakan, antara lain Tilawatil Qur’an, Tartil, Hifzh Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Tafsir, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an, serta Kaligrafi dalam berbagai golongan.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia melibatkan 44 dewan hakim yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.

Keikutsertaan seluruh kecamatan menjadi gambaran tingginya perhatian masyarakat terhadap pembinaan generasi Qurani. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ XXXII diharapkan mampu menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyaring bibit-bibit terbaik Tulungagung.

Persiapan Menuju MTQ Jawa Timur

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menempatkan pembinaan generasi Qurani sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Melalui MTQ XXXII, pemerintah berharap semangat membaca, memahami, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Apalagi, status Tulungagung sebagai calon tuan rumah MTQ Jawa Timur 2027 membuat pembinaan peserta menjadi semakin penting.

MTQ XXXII pun menjadi salah satu pijakan untuk menyiapkan generasi Qurani yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.

Dengan demikian, MTQ XXXII tidak berhenti pada panggung perlombaan. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk melahirkan generasi Qurani yang berakhlak, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Tulungagung.

Pembukaan MTQ XXXII kemudian ditandai dengan pernyataan resmi Plt Bupati Tulungagung yang menyatakan kegiatan tersebut dibuka dan dimulai.

Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan penampilan seni dan budaya, termasuk kesenian Reog, yang menambah semarak pembukaan MTQ XXXII Kabupaten Tulungagung Tahun 2026.

Reporter : Mita

Editor : Admin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *