TULUNGAGUNG ,potretnusantara.web.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, tidak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat melalui program pembangunan dan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Program yang dilaksanakan oleh Kodim 0807/Tulungagung tersebut menjadi salah satu wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya warga yang masih menempati rumah dengan kondisi kurang layak.
Dalam program RTLH ini, terdapat delapan unit rumah yang menjadi sasaran pembangunan maupun rehabilitasi. Dua di antaranya adalah rumah milik Bapak Midi di Dusun Secang RT 01/RW 02
Melalui program tersebut, rumah warga yang sebelumnya mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan diharapkan dapat menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi keluarga.
## Delapan Rumah Menjadi Sasaran RTLH
Dansatgas TMMD ke-130 dari Kodim 0807/Tulungagung Dandim 0807 Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han.,menjelaskan, tujuan utama program RTLH adalah memperbaiki kondisi rumah masyarakat yang sudah tidak layak huni agar menjadi tempat tinggal yang lebih baik.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, sejumlah rumah yang menjadi sasaran program mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan tersebut di antaranya terdapat pada bagian kayu, dinding, serta atap rumah yang membutuhkan penanganan serius.
“Tujuan utama pembangunan RTLH ini adalah memperbaiki rumah warga yang kondisinya kurang layak menjadi rumah yang lebih baik dan layak huni. Kami melihat langsung kondisi rumah warga. Rata-rata memang kondisinya sudah cukup memprihatinkan, termasuk bagian kayu yang sudah rusak,” jelas Ndansatgas TMMD Kodim 0807/Tulungagung Pada Senin 26/10/2026
Meski demik8an Ia juga menerangkan bahwa tingkat pengerjaan setiap rumah berbeda-beda, menyesuaikan kondisi bangunan dan tingkat kerusakan yang ditemukan.
Beberapa rumah bahkan harus melalui pembongkaran hingga sekitar 80 persen sebelum dilakukan pembangunan kembali. Sementara itu, rumah yang sebagian strukturnya masih cukup baik dapat diperbaiki tanpa harus dibongkar secara keseluruhan.
“Misalnya rumah Pak Midi di Dusun Secang RT 01/RW 02, kondisinya memang harus dibongkar dan dibangun kembali. Namun, ada juga beberapa rumah yang tidak perlu dibongkar total karena sebagian bangunannya masih menggunakan batu bata dan kondisinya masih memungkinkan untuk dipertahankan,” ungkapnya.
Perbaikan dilakukan secara menyeluruh sesuai kebutuhan, mulai dari pembenahan dinding, plesteran, pengecatan, hingga penggantian bagian atap dan kayu yang telah mengalami kerusakan.
## Penerima Bantuan Diverifikasi Langsung
Dalam menentukan sasaran penerima manfaat, pelaksana TMMD bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Data awal calon penerima bantuan diperoleh dari instansi tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kondisi rumah sesuai dengan kriteria penerima program RTLH.
“Data awal penerima sudah kami dapatkan dari Perkim. Selanjutnya, kami melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi rumah dan kesesuaiannya dengan data yang ada. Setelah diperiksa, kondisi rumah warga memang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” jelasnya.
Menurutnya, proses verifikasi menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, program RTLH tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan perbaikan tempat tinggal.
## Pengerjaan Dikebut, Gotong Royong Jadi Kekuatan
Pelaksanaan TMMD ke-130 di Desa Pojok resmi dibuka pada 13 Oktober 2026 dan direncanakan berakhir pada 11 November 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang terbatas, pengerjaan sejumlah sasaran RTLH dilakukan secara efektif dan terencana.
Untuk rumah yang membutuhkan pembongkaran total, pekerjaan bahkan telah dimulai sekitar satu minggu sebelum pembukaan resmi TMMD. Langkah tersebut dilakukan agar proses pembangunan dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan.
“Karena waktu pelaksanaan TMMD sekitar satu bulan, pekerjaan harus dilakukan secara efektif. Untuk beberapa rumah yang membutuhkan pembongkaran total, pengerjaan sudah kami mulai lebih awal karena membutuhkan waktu lebih lama,” terangnya.
Dalam pelaksanaannya, anggota TNI menjadi tenaga utama yang mengerjakan pembangunan. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari masyarakat, perangkat desa, serta unsur terkait lainnya.
Semangat gotong royong terlihat dari keterlibatan warga yang turut membantu proses pengerjaan. Bahkan, pemilik rumah yang menerima bantuan juga ikut terlibat secara langsung dalam pekerjaan di rumahnya.
Dukungan masyarakat dan perangkat Desa Pojok dinilai sangat membantu kelancaran kegiatan di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dan perangkat Desa Pojok yang selama ini memberikan dukungan. Alhamdulillah, masyarakat sangat mendukung sehingga pelaksanaan pekerjaan menjadi lebih mudah karena adanya kerja sama dan gotong royong,” ungkapnya.
Bagi Bapak Midi, warga Dusun Secang RT 01/RW 02, Desa Pojok, program RTLH TMMD ke-130 menjadi harapan baru untuk mewujudkan hunian yang lebih layak dan nyaman bagi keluarganya. Ia mengaku bersyukur rumahnya mendapat perhatian dan perbaikan melalui program tersebut.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini. Rumah yang sebelumnya kondisinya kurang layak sekarang diperbaiki sehingga nantinya bisa menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman bagi keluarga,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota TNI yang telah bekerja bersama masyarakat dalam proses pembangunan.
Mid berharap pembangunan dapat diselesaikan dengan baik sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
## Bukan Sekadar Membangun Rumah
Dansatgas TMMD Dandim 0807 Letkol Arh Hanny Galih Satrio, S.I.P., M.Han.,menegaskan, pelaksanaan program di Desa Pojok bukan semata-mata tentang pembangunan fisik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kerja sama, kepedulian, serta semangat gotong royong.
“Yang jelas, melalui TMMD ini kami ingin menunjukkan bahwa TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. TNI hadir di tengah masyarakat untuk membantu dan memberikan manfaat secara langsung,” tegasnya.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan TMMD ke-130 dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, keberhasilan program tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam setiap tahapan pembangunan.
Melalui program RTLH ini, kehadiran TNI di Desa Pojok diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama bagi keluarga penerima bantuan yang membutuhkan hunian lebih layak.
TMMD ke-130 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Semangat tersebut tercermin melalui pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta penguatan kemanunggalan TNI dan rakyat.
( Red )

